Rabu, 12 November 2014

Ini Estimasi Harga Nissan X-Trail di Indonesia



Jakarta, KompasOtomotif – Nissan All-New X-Trail dipastikan bakal punya banderol lebih murah dibanding pesaing terdekat, Honda All-New CR-V. Informasi didapat dari beberapa sumber KompasOtomotif jelang kemunculan perdana SUV yang punya opsi 7-penumpang, di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014.

"Harga akan lebih murah untuk semua varian dibanding CR-V. Baik di level paling rendah mau pun varian tertinggi," beber sumber kepada KompasOtomotif, (1/9/2014), tanpa menjelaskan angka pasti.

Harga CR-V saat ini berada di rentang Rp 387-450 juta untuk lima varian. Semua harga on the road Jakarta.

Soal ini, GM Strategi Pemasaran dan Komunikasi NMI Budi Nur Mukmin pernah mengatakan kepada KompasOtomotif, di sela test drive Nissan All-New X-Trail di Fukuoka, Jepang, beberapa waktu lalu, bahwa harga akan sangat kompetitif. ”Fitur yang diemban sudah berada jauh di atas kompetitor, tapi harganya kami jamin akan kompetitif,” tambah Budi.

Jadwal pengiriman
Dari sumber lain dijelaskan, pengiriman mobil ke konsumen akan dimulai November 2014. Sementara proses produksi baru dimulai pada Oktober di pabrik Nissan di Purwakarta, Jawa Barat. "September nanti (IIMS 2014) konsumen bisa mulai memesan baik saat pameran maupun dealer terdekat," ungkap sumber.

Nafas Yamaha Scorpio Belum Habis

Belitung, KompasOtomotif – Meski sejak akhir 2013 lalu sudah diungkapkan akan berhenti diproduksi, Yamaha Scorpio Z ternyata masih digemari. Setelah versi terbatas “Kalajengking Emas” yang hanya dijual 1.000 unit meluncur awal Januari 2014, permintaan buat model sport 225cc ini tetap terus berdatangan.
Bila R25 tidak masuk dalam hitungan, Scorpio Z merupakan model yang paling sedikit laku di pasaran selama Januari-Juli 2014. Menurut data distribusi milik AISI, total hanya 2.625 unit yang berhasil terjual. Bila dirata-rata, cuma sanggup 375 unit setiap bulan.
Meski jumlahnya tidak menyentuh kriteria nilai ekonomis, yakni penjualan 500-700 unit. Eko Prabowo, GM Komunikasi Pemasaran dan Pengembangan Komunitas Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk menghentikan produksi generasi ketiga Scorpio Z yang sekarang dipasarkan.
“Belum tahu sampai kapan diproduksi yang jelas permintaannya masih banyak. Scorpio masih bisa dipesan,” kata Eko di sela media tes ride R25 di Belitung, Minggu (31/8/2014).
Generasi pertama Scorpio dimulai dengan kelahiran Scorpio-G pada 2002 lalu. Model yang disebut kerap disebut RX-King versi 4-tak ini kemudian memasuki generasi kedua bersama Scorpio Z sejak 2005 hingga 2010. Terakhir, New Scorpio Z meluncur 2010 dan masih bertahan hingga sekarang.

Diskon Mobil Listrik Tak Berlaku bagi Si Kaya

San Fransisco, KompasOtomotif - California, yang menawarkan insentif berupa potongan langsung harga mobil listrik hingga 2.500 dollar AS (Rp 29,2 juta), berencana untuk mengakhirinya. Penyebabnya, banyak protes yang berdatangan dari kalangan legislatif negara bagian itu.

Insentif itu sengaja digulirkan untuk mengejar target California untuk memiliki populasi 1,5 juta unit mobil bebas emisi di jalan pada 2025. Pembatalan insentif diusulkan hanya kepada mereka orang-orang kaya, yang dinilai mampu membeli mobil tanpa harus menerima bantuan dari pemerintah.

Pihak legislatif California menggulirkan usulan baru, pekan lalu, untuk menghapus insentif khusus mobil listrik pada orang mampu. Selain itu, juga mengusulkan insentif baru bagi pemilik mobil berpenghasilan rendah yang memutuskan untuk menyerahkan mobilnya guna didaur ulang (scrap) dan memilih menggunakan transportasi publik atau ikut program berbagi mobil (car-sharing service).

"Pembatasan pendapatan dilakukan untuk memastikan program ini tetap berjalan, dalam jejak hitam dan putih yang benar, terhadap target negara bagian akan kendaraan listrik," jelas Max Baumhefner, penasihat hukum Natural Resources Defence Council-penggiat lingkungan hidup, dilansir Automotive News (30/8/2014). 

Sampai saat ini, tercatat sekitar 100.000 unit mobil listrik terdaftar di California, atau sepertiga dari total penjualan di seluruh AS. Selain menikmati potongan harga, pemilik mobil listrik juga mendapatkan berbagai keuntungan lain, salah satunya jalur khusus (carpool) di jalan tol. Para prinsipal otomotif juga dihadapi peraturan yang semakin ketat, salah satunya wajib menjual sebagian persen model yang dipasarkan dalam teknologi bebas emisi.

Insentif potongan harga sudah bertahun-tahun dinikmati konsumen mobil listrik yang membeli Nissan Leaf atau Tesla Model S. Sedangkan untuk pembeli mobil hibrida plug in, seperti Chevrolet Volt atau Prius PHEV menikmati potongan 1.500 dollar AS (Rp 17,5 juta).

Keluhan
Insentif ini mulai mendulang keluhan di California karena salah satu model yang sangat menikmati program ini adalah Tesla Model S yang dibanderol 72.240 dollar AS (Rp 846,3 juta). Popularitas mobil premium ini bahkan sangat baik di kawasan orang kaya, seperti Silicon Valley. Para pengeluh juga melihat tanpa adanya insentif para konsumen berstatus jutawan juga tidak sulit memboyong model ini ke rumahnya masing-masing.

"Saya rasa ada argumentasi adil kalau orang kaya memang tidak terlalu butuh potongan harga ketimbang konsumen yang lain," beber Diarmuid O'Connell, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Tesla dilansir Los Angeles Times, bulan ini.

Usulan dari pihak legeslatif akan segera diterima Gubernur Jerry Brown yang sepertinya setuju dengan rancangan peraturan baru ini. Revisi peraturan baru akan menyasar setelah pengukuran dilakukan oleh California Air Resources Board, akhir Juni 2015, sekaligus menetapkan level pendapatan rumah tangga berapa yang bisa menikmati insentif ini.

Cerita Evolusi Nissan Evalia Jadi Taksi

New York, KompasOtomotif - Meskipun Anda buka orang New York (New Yorker), tentu identitas sebagai kota taksi masih melekat. Terutama pada model Ford Crown Vic yang selama ini beroperasi sebagai operasional taksi, sedan tipikal Amerika Serikat dengan bodi yang bongsor. Kini evolusi mulai terjadi, ketika perusahaan taksi mulai mengganti jenis kendaraan menggunakan mobil buatan Jepang berbentuk boxy, Nissan NV200 atau di Indonesia dikenal Evalia.

Kendaraan multi guna ini diproduksi di Meksiko dan diimpor ke Amerika Serikat sebagai kendaraan niaga. Dijuluki sebagai "Taksi Masa Depan", NV200 menawarkan beragam kelebihan bagi pengguna jasa taksi di New York dan jadi lebih menyenangkan.

Penjabaran ini disampaikan oleh Kelley Blue Book, salah satu portal otomotif terbesar di AS via tayangan yang menarik. Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik, NV200 dijelaskan menawarkan ruang yang lebih lapang bagi penumpang, hingga muat menampung 4-penumpang dewasa. Meskipun dari segi tampilan, tidak lebih baik dari Crown Vic. Selain itu dengan pintu geser, maka ancaman pengguna sepeda di kota jadi lebih aman.

Mazda Gaet Duran Duran untuk MX-5 Miata

Irvine, KompasOtomotif - Mazda siap meluncurkan secara resmi model terbaru MX-5 Miata, di Monterey, California, (3/9/2014). Peluncuran ini akan dijanjikan berlangsung meriah dan bisa disaksikan langsung oleh seluruh dunia via laman Mazda di YouTube.

Dijanjikan meriah, karena Mazda berani menggandeng grup musik legendaris Duran Duran untuk peluncuran model terbaru tersebut. Bahkan acara serupa juga sudah disiapkan di beberapa kota besar dunia lain, seperti Tokyo dan Barcelona.

"Duran Duran dan MX-5 Miata sama-sama mendebut pada era 1980an dan berhasil menangkap hati dan imajinasi seluruh generasi dunia. Dalam 25 tahun, baik mobil dan grup musik sudah berevolusi, namun tetap setia dengan akarnya," jelas Russel Wager, Wakil Presiden Pemasaran Mazda Amerika Utara dalam keterangan resmi, dilansir Autoblog, akhir pekan lalu.

Mazda MX-5 merayakan ulang tahun perak (ke 25 tahun) pada 10 Februari 2014. Roadster dua penumpang ini sudah terjual lebih dari 930.000 unit di seluruh dunia sejak 1989. Generasi terbaru mobil ini sudah sempat muncul di New York Auto Show, awal 2014 lengkap dengan konstruksi sasis baru yang kabarnya lebih ringan hingga 300 pound (136,07 kg).

Untuk memeriahkan peluncuran ini, Mazda juga bermitra dengan Fashion Rocks, ajang musik sekaligus pameran sandang yang disiarkan langsung oleh CBS, Selasa (9/9/2014). Beberapa artis baik perancang dan musisi dunia, ikut ambil bagian memeriahkan acara ini, seperti Duran Duran, Nico and Vinz, dan AfroJack.

Jumat, 12 September 2014

Hyundai Galau Tentukan Nasib Veloster

Seoul, KompasOtomotif - Hatchback tiga pintu, Veloster, menjadi ikon buat Hyundai sebagai merek yang tak hanya mengejar volume. Ternyata hal itu tak berjalan mulus, kini internal Hyundai tengah berdebat apakah masih perlu mempertahankan hal seperti itu.
Revitalisasi telah direncanakan, rekaan desain Veloster tampil dengan gril baru mirip Sonata, meluncur dua tahun lagi. Namun setelah itu nasib Veloster belum ditentukan. Kemungkinan terparah, tidak akan pernah memasuki siklus model generasi kedua sejak diluncurkan pertama kali pada 2011.
Diterangkan Autoguide, Rabu (2/7/2014), hanya 60.000 unit terjual di seluruh dunia pada 2013. Pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, kurang bergairah. Bahkan di kampung halaman sendiri, Korea Selatan, tak seberapa melirik, hanya laku 3.000 unit.

Sosok Veloster Turbo pernah mejeng di IIMS 2013. Saat itu varian yang memakai mesin 4-silinder, 1.6L turbocharged GDI, berkekuatan 201 PS dan torsi 265 Nm, hanya menjadi penggoda minat pengunjung agar mampir ke booth Hyundai. Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia hanya memperkenalkan dan mengatakan belum untuk dijual.
“Masih belum ditentukan. Debat masih terjadi untuk menentukan apa yang terjadi,” ujar salah satu sumber internal Hyundai Australia kepada GoAuto.

Persepsi
Salah satu manager kreatif desain Hyundai, Casey Hyun, menjelaskan Veloster telah memberikan kontribusi yang bagus buat perusahaan, mengganti persepsi konsumen terhadap pilihan produk yang ditawarkan.
“Veloster telah membuat masyarakat mengerti bahwa Hyundai tak sekadar brand volume. Mobil ini menjelaskan sesuatu, jadi kami akan terus melanjutkan sesuatu yang berbeda dan menantang. Ada saatnya model lebih penting daripada kemampuannya menghasilkan keuntungan,” terang Hyun

Jumat, 13 Juni 2014

Line Rilis Aplikasi "Sticker Selfie"

JAKARTA, KOMPAS.com - Line meluncurkan aplikasi bernama Selfie Sticker di platformAndroid yang memungkinkan pengguna membuat stiker asli dari foto diri sendiri atau populer disebut selfie, Rabu (11/6/2014).

Aplikasi ini bisa digunakan dengan mudah. Pertama, pengguna mengambil foto wajah mereka, lalu pilih karakter kesukaan dari sekitar 130 ilustrasi dengan 17 tema seru termasuk karakter Line, astronot, pemain skateboard, gaun pengantin, monster, dan lainnya. Setelah itu, pengguna tinggal memasangkan ilustrasi itu dengan foto asli mereka.

Pengguna Line dapat menyesuaikan beberapa aspek tertentu dari stiker mereka dengan mengubah ukuran atau angle wajah, memperbesar atau memperkecil teks, atau menambahkan balon kalimat yang diisi pesan mereka sendiri. 

Stiker-stiker yang dibuat dengan aplikasi Line Selfie Sticker ini dapat dikirimkan langsung melalui fitur chat, posting di linimassa, atau diolah lagi di aplikasi Line Camera. Tak hanya itu, pengguna juga bisa membagikan fotonya ke Facebook, Twitter maupun Instagram.

Line diluncurkan pada Juni 2011 dan kini telah digunakan oleh pengguna di 230 negara. Pada kuartal empat 2013, aplikasi ini memiliki 350 juta pengguna.