Jumat, 12 September 2014

Hyundai Galau Tentukan Nasib Veloster

Seoul, KompasOtomotif - Hatchback tiga pintu, Veloster, menjadi ikon buat Hyundai sebagai merek yang tak hanya mengejar volume. Ternyata hal itu tak berjalan mulus, kini internal Hyundai tengah berdebat apakah masih perlu mempertahankan hal seperti itu.
Revitalisasi telah direncanakan, rekaan desain Veloster tampil dengan gril baru mirip Sonata, meluncur dua tahun lagi. Namun setelah itu nasib Veloster belum ditentukan. Kemungkinan terparah, tidak akan pernah memasuki siklus model generasi kedua sejak diluncurkan pertama kali pada 2011.
Diterangkan Autoguide, Rabu (2/7/2014), hanya 60.000 unit terjual di seluruh dunia pada 2013. Pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, kurang bergairah. Bahkan di kampung halaman sendiri, Korea Selatan, tak seberapa melirik, hanya laku 3.000 unit.

Sosok Veloster Turbo pernah mejeng di IIMS 2013. Saat itu varian yang memakai mesin 4-silinder, 1.6L turbocharged GDI, berkekuatan 201 PS dan torsi 265 Nm, hanya menjadi penggoda minat pengunjung agar mampir ke booth Hyundai. Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia hanya memperkenalkan dan mengatakan belum untuk dijual.
“Masih belum ditentukan. Debat masih terjadi untuk menentukan apa yang terjadi,” ujar salah satu sumber internal Hyundai Australia kepada GoAuto.

Persepsi
Salah satu manager kreatif desain Hyundai, Casey Hyun, menjelaskan Veloster telah memberikan kontribusi yang bagus buat perusahaan, mengganti persepsi konsumen terhadap pilihan produk yang ditawarkan.
“Veloster telah membuat masyarakat mengerti bahwa Hyundai tak sekadar brand volume. Mobil ini menjelaskan sesuatu, jadi kami akan terus melanjutkan sesuatu yang berbeda dan menantang. Ada saatnya model lebih penting daripada kemampuannya menghasilkan keuntungan,” terang Hyun

Jumat, 13 Juni 2014

Line Rilis Aplikasi "Sticker Selfie"

JAKARTA, KOMPAS.com - Line meluncurkan aplikasi bernama Selfie Sticker di platformAndroid yang memungkinkan pengguna membuat stiker asli dari foto diri sendiri atau populer disebut selfie, Rabu (11/6/2014).

Aplikasi ini bisa digunakan dengan mudah. Pertama, pengguna mengambil foto wajah mereka, lalu pilih karakter kesukaan dari sekitar 130 ilustrasi dengan 17 tema seru termasuk karakter Line, astronot, pemain skateboard, gaun pengantin, monster, dan lainnya. Setelah itu, pengguna tinggal memasangkan ilustrasi itu dengan foto asli mereka.

Pengguna Line dapat menyesuaikan beberapa aspek tertentu dari stiker mereka dengan mengubah ukuran atau angle wajah, memperbesar atau memperkecil teks, atau menambahkan balon kalimat yang diisi pesan mereka sendiri. 

Stiker-stiker yang dibuat dengan aplikasi Line Selfie Sticker ini dapat dikirimkan langsung melalui fitur chat, posting di linimassa, atau diolah lagi di aplikasi Line Camera. Tak hanya itu, pengguna juga bisa membagikan fotonya ke Facebook, Twitter maupun Instagram.

Line diluncurkan pada Juni 2011 dan kini telah digunakan oleh pengguna di 230 negara. Pada kuartal empat 2013, aplikasi ini memiliki 350 juta pengguna.

Sabtu, 17 Mei 2014

Jika Ganggu Pemilu Ukraina, Rusia Terancam Sanksi Baru AS dan Prancis

Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande kompak memperingatkan akan menjatuhkan sanksi baru untuk Rusia. Hal ini berlaku jika Rusia terus melanjutkan perilaku provokatif dan mendestabilisasi Ukraina.

"Kedua presiden menegaskan bahwa Rusia akan menghadapi biaya tambahan yang cukup signifikan jika terus melanjutkan perilaku provokatif dan destabilisasinya," terang Gedung Putih AS dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Sabtu (17/5/2014).

"Presiden Obama memuji upaya pemerintah Ukraina untuk menyatukan negaranya dengan menggelar pemilu yang bebas dan adil pada 25 Mei yang akan membawa kepada proses reformasi konstitusional yang inklusif," imbuh pernyataan tersebut.

Pemerintah AS memperingatkan Rusia mengenai sanksi lebih berat jika negara tersebut berusaha menganggu jalannya pemilu Ukraina mendatang. Sanksi yang akan diberikan AS akan menghantam sektor ekonomi Rusia secara langsung.

Dalam pernyataan Gedung Putih tersebut, tidak dijelaskan lebih lanjut apakah Obama juga mendesak Hollande untuk membatalkan penjualan dua kapal induk pembawa helikopter buatan Prancis senilai US$ 1,6 miliar (Rp 18,2 triliun) kepada Rusia. AS menyebut penjualan tersebut sebagai tindakan tidak pantas setelah Rusia mencaplok wilayah Crimea, yang sebelumnya masuk dalam wilayah Ukraina.

Pekan ini, otoritas Ukraina menggelar perundingan meja bundar membahas krisis yang terjadi di wilayahnya. Pemimpin-pemimpin negara Eropa diundang untuk menghadiri perundingan yang digelar di Kiev ini. Fokus pembahasan dalam pertemuan ini dikonsep oleh badan keamanan pan-European OSCE.

Pertemuan tersebut menyatukan pejabat pemerintahan Ukraina, termasuk PM Arseniy Yatsenyuk bersama dengan anggota parlemen dan mantan pemimpin parlemen setempat, serta kandidat yang maju dalam pemilu 25 Mei mendatang. Namun kelompok separatis yang menguasai sejumlah kota di wilayah Ukraina bagian timur sejak April lalu, tidak ikut duduk bersama dalam perundingan ini.

Diplomat veteran Jerman Wolfgang Ischinger menjadi moderator dalam perundingan tersebut. Tidak disebutkan negara mana saja yang hadir dalam perundingan ini. Namun Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut perundingan ini menawarkan kemungkinan yang baik untuk menemukan jalan keluar bagi krisis yang melanda Ukraina dan Rusia.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 17.00 WIB
 
SUMBER : http://news.detik.com/read/2014/05/17/123036/2584636/1148/jika-ganggu-pemilu-ukraina-rusia-terancam-sanksi-baru-as-dan-prancis