Kamis, 04 Desember 2014

Banderol Ayla-Agya Naik Rp 5 juta-Rp 8 Jutaan

Jakarta, KompasOtomotif — Setelah mendapat informasi bahwa usulan kenaikan harga mobil hasil program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Ramah Lingkungan (KBH2) alias LCGC diperbolehkan, lantas berapakah kisaran kenaikan yang bisa berlaku pada model-model yang diproduksi Daihatsu sebagai produsen mobil terbesar di Indonesia saat ini?
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) saat ini merupakan produsen terbesar mobil murah di Indonesia, lewat dua model, yakni Ayla yang dipasarkan langsung oleh Daihatsu, dan Agya yang dipasok untuk memenuhi pesanan "kakak" perusahaannya, Toyota. Artinya, kenaikan harga sudah bisa dipastikan akan terjadi, baik untuk Daihastu Ayla maupun Toyota Agya.
"Saya tidak bisa kasih tahu berapa kenaikannya, tetapi silakan hitung sendiri kalau naik 6,6 persen berapa jadinya," ujar sumber internal Daihatsu kepada KompasOtomotif, Jumat (19/9/2014).
Dengan rentang kenaikan 6,6 persen, maka harga Ayla untuk varian terendah 1.5 D transmisi manual yang dibanderol Rp 77,75 juta akan menjadi Rp 5,13 juta lebih mahal mulai 1 Oktober 2014, pada saat regulasi ini mulai berlaku efektif. Selanjutnya, varian tertinggi X Elegant bertransmisi otomatis yang dihargai Rp 115,4 juta akan lebih mahal Rp 7,6 juta.
Untuk Toyota Agya, selisih kenaikan harga yang mungkin terjadi untuk varian terendah E transmisi manual yang dibanderol Rp 100,35 juta adalah Rp 6,62 juta. Sementara itu, varian tertinggi Agya S TRD transmisi otomatis bisa jadi lebih mahal Rp 8,002 juta dari banderol saat ini, Rp 121,25 juta. Semua harga yang disebutkan sudah termasuk pajak alias on-the road Jakarta.

Mitsubishi Outlander "Facelift" Sudah Berkeliaran

Muenchen, KompasOtomotif - Mitsubishi Outlander facelift tertangkap kamera sedang diuji di jalanan di Jerman. Hanya saja, tampang dari crossover anyar ini sebagian besar masih ditutup selubung.

Banyaknya bagian yang tertutup, membuat sulit untuk membedakan ubahan apa saja yang ada pada Outlander facelift. Tapi, melihat sebagian besar bodi masih dirahasiakan, bisa dipastikan akan banyak perbedaan dibanding model lawas.

Seperti dilansir Caradvice, Minggu (3/8/2014), Outlander facelift ini akan menggunakan kap mesin model baru, gril dan bemper juga dengan desain baru. Juga lampu utama yang terlihat lebih ramping.

Sedangkan bagian belakang, perubahan akan meliputi lampu belakang baru, bemper yang didesain ulang. Sedangkan pada sisi interior hanya terlihat dashboard yang masih menggunakan model lawas.

Versi facelift ini diprediksi akan meluncur jelang akhir 2014. Selanjutnya, New Mitsubishi Outlander baru akan mulai dijual pada awal 2015.

Senin, 01 Desember 2014

Siap-siap, Harga Mobil Murah Naik Bulan Depan

Jakarta, KompasOtomotif — Usulan kenaikan harga acuan program Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau juga dikenal dengan Low Cost and Green Car (LCGC) oleh kalangan produsen mobil mulai menunjukkan hasil. Dua orang dari jajaran petinggi Daihatsu mengatakan, pemerintah telah sepakat menaikkan harga acuan yang semula Rp 95 juta off-the road.
"Saya dengar sudah ada keputusannya, mendapat izin kenaikan 6,6 persen bagi Daihatsu," ujar sumber tersebut kepada KompasOtomotif, Jumat (19/9/2014).
Sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013 tentang Pengembangan Produksi KBH2, acuan harga minimum yang ditetapkan sebelumnya (Rp 95 juta) bisa direvisi jika terjadi perubahan pada kondisi atau indikator ekonomi. Acuan perubahan ini bisa dilihat dari data inflasi, nilai tukar rupiah, dan kenaikan harga bahan baku. 
Kenaikan ini juga wajib mengacu pada kondisi atau indikator ekonomi dari Badan Pusat Statistik menyangkut inflasi, nilai tukar kurs tengah rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dari Bank Indonesia, serta hasil verifikasi penyurvei untuk penelusuran kenaikan harga bahan baku yang terjadi.
"Kenaikan harga efektif mulai bergulir 1 Oktober 2014, bulan depan," lanjut sumber itu lagi.
Sumber kedua dari perusahaan menjelaskan, Daihatsu mulai memproduksi Ayla dan Agya pada Juli 2013 lalu. Pengajuan status sebagai produk mobil murah dan ramah lingkungan baru dilakukan mulai 28 Agustus 2013. "Artinya, sudah lewat dari setahun Daihatsu memproduksi LCGC," ujar sumber itu. 
Pengajuan kenaikan harga mobil murah sudah mulai disampaikan para produsen otomotif peserta program KBH2 sejak awal 2014. Akan tetapi, pemerintah Indonesia sengaja menunda kenaikan harga sampai, minimal, setahun masa produksi, sebelum merevisinya.

Jumat, 28 November 2014

Sederet Mobil Baru di Bawah Rp 100 Juta pada IIMS 2014

Jakarta, KompasOtomotif — Pilihan "mobil murah" dalam kategori harga di bawah Rp 100 juta tak cuma mobil bekas. Pada ajang IIMS 2014 yang digelar 10 hari, 18-28 September 2014, di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, setidaknya ada tiga merek mobil baru yang bisa menjadi alternatif.
Mudah ditebak, penjual "mobil murah" tentu pabrikan pemain segmen LCGC, tetapi ternyata tidak semua. Hanya Daihatsu, Suzuki, dan Datsun yang masih menawarkan model lebih murah dari Rp 100 juta. Bila dipantau dari price list yang mudah didapatkan dari wiraniaga di IIMS 2014, Toyota dan Honda tak punya model di level tersebut.
"Pemain termuda", Datsun, punya pilihan terbanyak. Model yang hingga kini masih menjadi satu-satunya MPV di kelas LCGC, Go+ Panca, memiliki varian D M/T (Rp 82,25 juta), A M/T Standar (Rp 92,8 juta), A M/T Option (Rp 93,3 juta). Selain itu, terdapat varian hatchback Go Panca tipe T (Rp 96 juta), T Option (Rp 96,5 juta), dan T Active (Rp 99,9 juta).
Di stan Suzuki, ada lima varian Karimun Wagon R yang ditawarkan. Rentang harga semakin melar sejak varian termahal, GS, meluncur di IIMS 2014, tetapi masih ada dua varian yang menggoda, yaitu varian GA (Rp 83,2 juta) dan GL (Rp 96,5 juta). Catatan, Wagon R hanya punya transmisi manual.
Tak jauh dari stan Suzuki, Daihatsu punya empat varian Ayla, yakni tipe D M/T (Rp 77,750 juta), D M/T Plus (Rp 87,15 juta), M M/T (Rp 92,2 juta), dan X M/T (Rp 99,2 juta). Namun, perlu diingat, Astra Daihatsu Motor telah mengantongi izin kenaikan harga Ayla berkisar Rp 5-7 juta yang akan berlaku efektif pada 1 Oktober 2014. Jadi, IIMS 2014 bisa jadi kesempatan punya banyak pilihan membeli "mobil murah".

Triumph Coba Peruntungan di IIMS 2014

Jakarta, KompasOtomotif – Sebagai pendatang baru, PT Triumph Motorcycles Indonesia (TMI) langsung ”gas pol”. Setelah resmi meluncur di Indonesia belum lama ini, merek moge dari Inggris itu pamer diri di IIMS 2014, 18-28 September. Tak mau tanggung, tujuh sepeda motor sekaligus dipajang dari 12 model yang dikenalkan di fase awal.

Mereka menempati area seluas 119 meter persegi, di booth PD – 7, Hall D, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Cukup besar area yang ditempati, melengkapi peserta yang menampilkan moge di IIMS selain Ducati.

”Kami mengambil bagian dalam perhelatan besar ini untuk memberikan informasi kepada konsumen, bahwa Triumph Motorcycles sudah hadir secara resmi di Indonesia dan siap melayani konsumen dengan segala komitmen kami menjunjung filosofi Triumph, ’For the Ride’,” kata Paulus B. Suranto, Managing Director TMI, dalam siaran pers (19/9/2014).

Tujuh sepeda motor yang dipajang untuk menarik minat adalah Bonneville T-100 dan Truxton untuk model modern classic.  Street Tripple 675R ABS dan Speed Tripple 1050 ABS dari ”ras”roadster.  Daytona 675 R ABS, Tiger Explorer, dan Rocket III Roadster, yang masing-masing mewakili model supersportadventure, dan cruiser.

Jajaran sepeda motor ini dipasarkan dengan rentang harga antara Rp 305-569 juta, off-the-roadJakarta. Untuk DKI Jakarta, TMI telah menunjuk PT Gerai Motor Terpadu sebagai dealer eksklusif untuk menangani penjualan dan layanan purna jual di wilayah Jakarta.

Untuk wilayah Serpong dan Banten, ditunjuk PT Megah Putra Motorindo. Ke depan, jaringan lain akan ditambah untuk meng-cover wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, dan Bali.

Kamis, 27 November 2014

"Supercar" Honda Versi Produksi Hadir di IIMS 2014

Bali, KompasOtomotif - Selain menghadirkan dan menjual HR-V pada ajang IIMS 2014, yang dimulai 18 September mendatang, Honda Prospect Motor (HPM) juga memberi kejutan untuk pengunjung. Jika 2013 lalu supercar andalan, NSX, hadir dalam versi prototipe, kali ini HPM rencananya akan mendatangkan versi produksi.

"Ada kejutan lagi buat IIMS, tapi ini masih dalam proses. NSX versi produksi akan diusahakan ikut mejeng. Kemungkinan yang akan didatangkan adalah setir kanan," ujar sumber internal kepada KompasOtomotif, akhir pekan lalu.
Belum ada bocoran spesifikasi untuk model yang akan diboyong ke Tanah Air. Namun, secara global NSX memiliki panjang 4.830 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.160 mm, dan jarak sumbu roda 2.575 mm. Diproduksi menggunakan bahan dasar aluminium dengan kombinasi serat karbon plastik khusus (carbonfibre reinforced plastic). Desainnya futuristik, seksi, namun tetap modern.
Sumber tenaga menggunakan Sport Hybrid ll Super Handling All Wheel Drive (SH-AWD), teknologi baru Honda. Terdiri dari mesin V6 dan dua motor listrik. Satu bekerja independen di roda belakang dan lainnya bekerja integral dengan mesin. Pemindah tenaga pakai model otomatis 7-percepatan, kopling ganda (DCT). Kolaborasi terseut diklaim mampu menghasilkan pengendalian lebih mantap. Meski didapuk sebagai mobil sport, NSX ini juga irit bahan bakar dan ramah lingkungan dengan teknologi hibrida yang diusung.
Ketika dikonfirmasi mengenai kebenaran kabar tersebut, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy tidak menyangkal ataupun membenarkan. "Tunggu saja nanti di IIMS," tutup Jonfis.

Produsen China Mulai Bangun Pabrik di Rusia

Moskwa, KompasOtomotif - Great Wall Motor Company mulai membangun konstruksi pabrik perdana di Rusia dengan nilai investasi 3,2 miliar yuan (Rp 6,06 triliun). Fasiltas perakitan ini siap berdiri di Tula Oblast, dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.

Proses pembangunan pabrik berlangsung dalam dua tahap. Pertama, menghabiskan dana 2,1 miliar yuan (Rp 3,97 triliun) dan siap beroperasi dalam tiga tahun (2017). Produsen kendaraan niaga dan SUV terbesar di China ini, belum menjelaskan lebih lanjut soal pembangunan tahap kedua.

Pabrik ini akan menjadi pabrik perakitan mobil pertama milik produsen mobil China pertama di Rusia. Langkah ini terbilang berani, karena sebelumnya baik Great Wall dan Chongqing Lifan Industry Group Company memilih impor kendaraan dalam terurai (CKD) dan merakitnya di Rusia lewat pabrik mitra lokal.

Pekan lalu, Chongqing Lifan baru menyatakan siap membangun pabrik perakitan serupa di Kaluzhskaya Oblast, sebelah barat Rusia dengan investasi 930 juta yuan (Rp 1,75 triliun).
Tahun lalu, Great Wall berhasil menjual 20.000 unit mobil di Rusia. Hasil positif ini akhirnya mendorong pabrikan untuk membangun pabrik perdana.